Moralitas Dalam Penyusunan Apbd: Upaya Mereduksi Flypaper Effect Kritis Habermasian
Abstract
Kondisi dimana terjadi perbedaan dalam keputusan untuk membelanjakan uang yang diperoleh secara gratis dan uang yang diusahakan sendiri adalah flypaper effect. Penelitian ini bertujuan memetakan level moral kepala daerah, tim angggaran pemerintah daerah (TAPD), anggota DPRD, dan SKPD, dalam proses penyusunan APBD di Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian ini menggunakan metode paradigma kritis, khususnya teori kritis Habermas yang diawali dari evolusi sosial dengan meminjam teori perkembangan kesadaran moral Kohlberg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa level moral eksekutif dan legislatif masih pada tahapan 1 dan 2 level prakonvensional yang merupakan cermin moralitas ruang publik. Level moral prakonvensional menjelaskan bahwa dominannya perilaku oportunistik eksekutif dan legislatif dalam APBD adalah gejala dan bukti memudarnya, terbatasnya akses, eksklusifnya, terhegemoninya dan terjadinya disintegrasi ruang publik. Peran flypaper effect menjadi gambaran sistem desentralisasi fiskal yang malah memberatkan proses komunikasi dalam lifeword bernama pemerintah daerah. Temuan lain mengungkapkan bahwa teori patron-klien telah menemani teori agensi dalam membentuk interaksi eksekutif dan legislatif. Habermas mengajukan prinsip publisitas dan aksi komunikatif untuk meningkatkan level perkembangan kesadaran moral yang berujung pada komunikasi dalam lifeworld tanpa dominasi.